<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-3178048</id><updated>2012-02-16T14:12:13.587+07:00</updated><title type='text'>Semua Harus Dicatet!</title><subtitle type='html'>Semua harus dicatat! Semua harus dapat tempat! (Chairil Anwar)</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://sangdenai.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3178048/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sangdenai.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Sangdenai</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://bp2.blogger.com/_DDk-afWcHWo/SDcaz_32ATI/AAAAAAAAADI/xBVssJnmtHg/S220/DSC_0163+250.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>30</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3178048.post-7330701936679457684</id><published>2009-07-05T03:57:00.000+07:00</published><updated>2009-07-29T03:59:46.841+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Guguak Sembahyang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Cerpen : Afnaldi Syaiful&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Masih seperti yang dulu, aku menatap kolam kecil berair jernih itu sambil mengusap dahiku yang berkeringat. Rambutku yang memutih dan makin tipis meriap dipermainkan angin sore yang membawa aroma bunga padi. Mataku yang mulai dilingkupi lemak dan katarak memperhatikan ikan-ikan kecil yang berkejaran di antara tumbuhan air dan akar pepohonan menjuntai, yang mencerap air dan mineral dari kolam itu. Gelembung udara keluar dari sebuah lubang kecil di dasar kolam. Berkelenjotan membebaskan diri dari tekanan air. Pada akhirnya gelembung itu meletup sesampai di permukaan kolam. Matahari mulai condong ke barat. Bayangan guguak[i] terlihat memanjang dan meneduhi kolam kecil itu. Sayup-sayup telingaku yang mulai kurang awas menangkap gema adzan dari corong mesjid yang berada nun jauh di desa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Guguak Sembahyang adalah nama yang dilekatkan pada gundukan tanah yang membukit kecil itu. Berada di areal persawahan yang membentang luas. Dengan ketinggian sekitar dua meter dari permukaan sawah. Puncak guguak relatif datar dengan luas sekira selapangan bulutangkis. Terdapat sebuah batu datar. Konon batu itu berasal dari Gunung Marapi yang terbawa galodo[ii] beberapa waktu yang lalu. Batu besar ini digunakan oleh petani penggarap sebagai alas untuk shalat setiap siang dan petang. Itulah sebabnya dinamakan Guguak Sembahyang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sebelah barat guguak terdapat sebuah pohon beringin teduh, yang menyangga tebing guguak yang curam. Di sebelah timur, terdapat bagian landai yang digunakan sebagai jalan untuk naik. Di sini terdapat sebuah mata air yang tidak pernah kering, walau musim kemarau berpanjangan sekalipun. Mata air itu membentuk sebuah kolam berair jernih seukuran satu meter persegi dan biasanya digunakan untuk berwudlu. Air yang menyegarkan itu bening seperti kaca, tembus pandang pada dasar kolam tersebut. Di sana terlihat gelembung berkelenjotan dari lubang mata air kolam itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di pinggir kolam itulah aku berjongkok kini. Sebuah batu datar, bersih, menjadi alasnya. Aku meraup air yang jernih dengan dua telapak tangan. Hendak membasuhkannya ke wajahku yang semakin hari bertambah keriput.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum sampai dua telapak tangan mengusap mukaku, tiba-tiba sebuah energi sangat besar seolah-olah menahan dua lenganku. Menghentikan semua gerakku. Aku terhentak, tertahan, dan menjadi kaku seperti patung es yang beku, dengan posisi dua tangan tengadah. Masih kudengar suara angin menyelingkuhi batang-batang padi. Desaunya menghipnotisku, membumbungkan kesadaranku entah kemana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba mataku terasa perih dan gatal. Ingin rasanya aku menggaruknya. Akan tetapi tanganku tidak dapat digerakan. Begitu juga kaki, tubuh, kepalaku. Semua diam, semua beku. Aku menjadi seperti patung setengah duduk, dua lutut menjadi landasan untuk bersitumpu. Badan condong ke depan, dengan dua tangan tengadah seolah sedang berdoa. Aku coba memejamkan mata. Berhasil. Bola mataku mendapat kesejukan tiada tara. Dalam keadaan terpejam, kucoba menggerakan bola mataku ke kiri, ke kanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bolak-balik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ke kiri, ke kanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bolak-balik....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika aku buka mata lagi, sebuah energi menyeretku masuk ke dalam kolam kecil itu, menyedotku ke lubang tempat kecil keluar gelembung udara itu. Aku berontak, tetapi kekuatan energi itu melebihi kekuatanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seolah-olah memasuki sebuah lorong waktu, energi itu menyedotku. Melintasi detik demi detik ke belakang, menit demi menit ke belakang, jam demi jam ke belakang, hari demi hari ke belakang, bulan demi bulan ke belakang, tahun demi tahun ke belakang. Waktu merupakan misteri bagiku. Masa lalu, masa kini, masa depan merupakan misteri bagiku. Energi itu membawaku mengarungi misteri itu sampai aku merasakan seperti dilemparkan pada suatu tempat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tersadar ketika sebuah bentakan keras menggema di gendang telinggaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mengakulah anjing kurap!” bentakan itu menggema. “Nama dan tanda tangan tanganmu tertera pada daftar ini.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tersentak begitu menatap orang yang membentak itu. Beberapa lelaki dengan tubuh gempal berotot, berdiri mengelilingiku. Rambut yang dipotong pendek dan seragam yang mereka kenakan mengingatkanku kejadian sekitar 40 tahun lalu. Seragam hijau tua dengan belang-belang yang aku tidak mengerti maknanya. Sepatu kulit keras yang juga belang-belang, serta sebuah sabuk sebesar 4 atau 5 jariku melingkar di pinggangnya. Ya, persis sama seperti kejadian 40 tahun lalu. Persis sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau memang aku berada pada masa 40 tahun yang lampau?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu dari mereka menjambaki rambutku yang tipis. Perih kurasakan dari akar rambutku yang disentak. Aku memegang rambutku untuk sedikit menetralisir rasa sakit. Aku kaget, rambutku seakan berbeda dengan ketika aku berada di pinggir kolam tadi. Terasa lebih tebal. Sejenak aku tercenung, kemudian memperhatikan diriku lebih dalam. Tanganku, kakiku, ah, mengapa semua berubah. Kulit keriput berganti dengan kulit kencang, berkeringat, dan mengkilap tertimpa cahaya matahari. Otot-otot menyembul dari lenganku. Dada bidang dengan bulu-bulu halus menghitam menghiasinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, Tuhan, apa yang terjadi denganku. Mengapa semuanya berubah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku edarkan pandangan berkeliling. Mengenali dimana aku berada. Pohon beringin itu, sawah-sawah yang menghampar. Ya, ini Guguak Sembahyang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Betul nama kamu Denai?” bentak orang yang berseragam itu lagi, menyadarkanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dimana aku?” tanyaku tanpa mempedulikan pertanyaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Plak. Lima jarinya menjejak telak di pipiku. Seketika seperti ribuan semut merah yang ganas menggigit pipiku secara serentak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Anjing kurap! Jangan banyak tanya! Kau hanya boleh menjawab,” suara beratnya itu memakiku. “Kamu Denai kan?” lanjutnya memperlihatkan sebuah salinan daftar nama. Aku menatapnya. Perasaanku mengatakan bahwa aku pernah melihat dan mengenal daftar nama tersebut. Akan tetapi semua samar dalam ingatanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, tiba-tiba sepercik isyarat membangkitkan ingatanku. Sebuah karung pupuk yang teronggok dekat pohon beringin itu membawa ingatanku pada kejadian beberapa bulan lalu. Ya, tepatnya empat bulan setelah pernikahanku dengan Fatima, anak mamakku[iii] yang hitam manis itu. Usiaku baru menginjak 23 tahun, sedangkan Fatima 19 tahun. Pernikahanku berlangsung dalam situasi yang memprihatinkan. Krisis besar yang tidak aku mengerti sebabnya melanda negeri ini. Harga-harga membumbung tinggi. Barang-barang kebutuhan sulit untuk didapatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masa bahagia bulan maduku – kalau boleh disebut bulan madu – tidak berlangsung lama. Saatnya aku memikul tanggung jawab untuk menghidupi keluarga kecilku. Singkat ceritanya, untuk memenuhi kebutuhan keluarga, aku bekerja menggarap sawah, menjadi petani. Aku jalani rutinitas harian. Lumpur sawah dan lenguhan kerbau menjadi teman akrabku. Terik matahari, keringat mengucur dari pori-pori di kulit yang semakin menghitam, gosong terbakar, sudah menjadi keseharianku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Carut marut negeri ini ternyata masih berlanjut. Seperti yang kudengar dari radio butut – satu-satunya alat elektronik yang aku punyai – ketegangan terjadi antara elit-elit politik di ibukota. Mereka saling curiga satu sama lain. Kawan dan lawan tidak jelas lagi. Di beberapa tempat terjadi aksi pematokan tanah. Tanah-tanah yang luas milik orang-orang kaya dan tuan-tuan tanah dikapling-kapling secara paksa, lantas dibagikan pada petani penggarap. Seiring dengan segala carut marut itu harga-harga membumbung ke langit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku yang tidak mengerti politik – memang pendidikan politik bagi masyarakat di negeriku ini tidak ada – hanya manggut-manggut saja. Bagiku kini hanyalah bagaimana dapat menghidupi keluarga kecilku. Bagaimana memperoleh bahan pokok dengan mudah dan murah. Bagaimana mendapatkan bibit dan pupuk dengan mudah dan murah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedikit harapan, pada suatu hari ada penjualan pupuk murah. Aku tidak tahu sama sekali siapa yang mengadakan penjualan pupuk murah. Bagiku, terpenting adalah mendapatkan pupuk dengan harga murah untuk padiku yang mulai menghijau. Setelah melalui proses administrasi tertentu, kemudian membubuhi nama dan tanda-tangan pada sebuah daftar, maka dengan senyum mengambang di bibir, aku memikul sekarung kecil pupuk. Salinan daftar nama itulah kini yang berada di tangan orang berseragam itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Anjing kurap,” bentakannya membuyarkan lamunanku. “Jawab!” lanjutnya sambil mengayunkan kakinya yang dibungkus sepatu kulit itu ke arahku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ah,” teriakku tertahan ketika sepatu yang keras itu melanda dadaku. Aku jatuh terlentang. Beberapa orang di antara mereka maju dan mendaratkan sepatunya ke sekujur tubuhku. Aku berusaha melindungi tubuh dan wajahku dengan dua lengan. Mereka terus maju. Tiba-tiba salah seorang dari mereka menghujamkan kakinya tepat di selangkanganku. Aku yang tidak menduga, kasip untuk melindungi bagian vital tubuhku ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aaaahhhh....”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suara teriakanku menggema, seakan-akan memenuhi ruang udara Guguak Sembahyang. Kedua telapak tanganku refleks menutupi bagian antara dua pahaku. Mataku terpejam menahan rasa panas dan nyeri yang tiba-tiba menyerang selangkanganku. Bola mataku menggeliat ke kiri, ke kanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bolak-balik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ke kiri, ke kanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bolak-balik....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba energi itu – yang tadi menarikku ke dalam kolam – kembali menghentakku. Kembali seolah-olah memasuki sebuah lorong waktu. Melintasi detik demi detik ke depan, menit demi menit ke depan, jam demi jam ke depan, hari demi hari ke depan, bulan demi bulan ke depan. Waktu memang misteri bagiku. Masa lalu, masa kini, masa depan memang misteri bagiku. Dan energi itu kembali membawaku mengarungi misteri itu sampai aku menemukan diriku di atas sebuah ranjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Uda[iv],” desah Fatima. Aku menatap wajah istriku itu. Sebulir bening bergulir dari sudut matanya. “Ada apa denganmu, Uda?” tanyanya sambil menarik selimut tebal, menutupi sekujur tubuhnya yang tidak terlindung apa pun. Tarikan nafasnya masih belum teratur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku terkaget-kaget begitu melihat ke sekelilingku. Segera aku perhatikan tubuhku. Rambutku masih hitam dan tebal – bukan putih dan tipis. Kulitku masih kencang dan berotot – tidak keriput. Memang di beberapa bagian terlihat baret-baret melintang, bekas-bekas pukulan dan cambukan. Bahkan di paha bagian dalam sebelah kiri masih terjejak bekas tapak sepatu yang tak kunjung hilang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kalau Uda seperti ini terus, kapan kita akan mendapat keturunan Da?” lirih suara Fatima menusuk gendang telingaku. Menohok dinding perasaanku paling dalam. “Uda kan tahu, aku anak perempuan satu-satunya. Aku mengemban tugas mahaberat, Da. Meneruskan garis keturunan keluargaku,” tangis istriku pecah sudah. Dinding pertahanannya bobol. Air matanya bergulir di pipinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Maafkan aku, Fatima,” ujarku lirih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tidak tahu harus berkata apa. Di mataku terbayang kembali acap kali sepatu hijau belang-belang yang keras itu melekat telak di antara dua pahaku. Berawal di Guguak Sembahyang – waktu penangkapan – sampai di kamp tahanan yang menyeramkan itu. Saking seringnya sehingga semua menjadi mati rasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Semenjak Uda pulang, tidak pernah sekalipun berhasil, Da,” isakan Fatima meluruhkan hatiku. “Jangankan berhasil, ‘berdiri’ pun Uda tidak mampu. Mungkin aku bisa memakluminya, Da. Aku bisa mematikan keinginanku. Akan tetapi ibuku, keluargaku yang menaruh harapan padaku? Setiap hari aku selalu dicecar dengan pertanyaan yang sama, Da. ‘Kapan, kapan, kapan?’ Selalu itu yang mereka tanyakan”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapan? Kapan? Kapan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan itu menggema di telingaku. Melahirkan gema panjang yang menendang-nendang sudut-sudut perasaanku yang paling dalam. Ada gejolak yang mendidihkan hatiku. Mataku memanas. Kukatupkan kelopak mataku, refleks dua bola mataku bergerak ke kiri, ke kanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bolak-balik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ke kiri, ke kanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bolak-balik....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti sebuah mantra, gerakan boa mataku mendatangkan kembali energi besar menyedotku tadi. Kembali seolah-olah memasuki sebuah lorong waktu. Melintasi detik demi detik ke depan, menit demi menit ke depan, jam demi jam ke depan, hari demi hari ke depan, bulan demi bulan ke depan, tahun demi tahun ke depan. Waktu memang misteri bagiku. Masa lalu, masa kini, masa depan memang misteri bagiku. Dan energi itu kembali membawaku mengarungi misteri itu sampai aku menemukan diriku terpatung kaku di tepi kolam yang berair jernih di kaki Guguak Sembahyang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih seperti tadi. Masih seperti patung setengah duduk, dua lutut menjadi landasan bersitumpu. Badan condong ke depan, dua tangan tengadah seolah-olah berdoa. Nyeri menyemuti sekujur tubuhku. Tidak terasa, air mata bergulir menelusuri ceruk-ceruk keriput pipi yang makin dalam. Kucoba gerakan tanganku yang kaku, kucoba gerakan seluruh tubuhku yang kaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, Tuhan, energi itu membawaku melewati ruang waktu kembali ke masa lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah kejadian malam itu, setelah Fatima menuntut kewajiban yang tidak mampu aku penuhi, akhirnya kuambil keputusan untuk meninggalkan semua. Secara baik-baik kuceraikan istri yang sangat kucintai. Setelah semua urusan beres aku tinggalkan kampung halaman. Kukubur semua mimpi buruk yang kualami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kujalani hidup di perantauan dengan penuh keprihatinan. Dengan label bekas pesakitan kulalui detik demi detik dengan langkah berat. Apalagi semua harus kuhadapi sendiri. Tidak ada teman untuk bersedih, tidak ada lagi isteri untuk berbagi (aku memutuskan untuk tetap menyendiri sampai saat ini karena tidak ingin ada pihak-pihak yang tersakiti karena ketidakmampuan diriku). Sedikit aku terhibur ketika mendapat kabar bahwa mantan istriku, Fatima, menikah lagi dan telah memiliki beberapa orang anak sebagai penerus garis keturunan keluarganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah sekian lama hidup di negeri orang, menjelang usia 65 tahun, kerinduanku pada kampung halaman tidak tertahan lagi. Dan kerinduan itulah yang membawaku kembali ke sini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Permisi, Pak,” suara seorang perempuan mengejutkanku. Kuusap genangan yang membanjiri mataku. Kutolehkan wajah ke arah datangnya suara itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Fatima,” gumamku spontan begitu melihat raut wajah yang menyapaku itu. Seorang perempuan berusia sekitar tiga puluh tahun itu langsung terhenti begitu aku sebutkan nama Fatima, mantan istriku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bapak mengenal ibu saya?” tanya perempuan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagi-lagi aku kaget mendengar pertanyaan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jadi, Upiak[v] anaknya Fatima?” tanyaku kaget. Perempuan itu menganggukan kepala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku kehilangan kata-kata untuk mengungkapkan perasaanku. Kuperhatikan lebih dalam wajah perempuan itu. Semuanya sama dengan Fatima, seperti hasil foto kopi yang sama benar dengan aslinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mau kemana?” tanyaku kehabisan bahan pembicaraan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mau shalat di Guguak Sembahyang, Pak,” jawabnya. “Tadi saya sedang memupuk padi bersama suami saya,” lanjutnya memberi penjelasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pupuk?!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar itu kepalaku langsung puyeng. Sebuah gada besar serasa menumbuk batok kepalaku dengan telak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pupuk.... Pupuk.... Pupuk...,” bibirku merapalkan kata itu berulang kali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi petani, pupuk awal kesuburan tanaman mereka. Bagiku, pupuk awal kehilangan kesuburanku.***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[i] guguak (Minangkabau) : gundukan tanah yang membentuk bukit kecil yang terdapat di hamparan persawahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[ii] Galodo (Minangkabau) : banjir bandang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[iii] Mamak (Minangkabau) : paman, saudara laki-laki ibu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[iv] Uda (Minangkabau) : panggilan untuk kakak laki-laki dan dalam konteks ini panggilan istri pada suaminya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[v] Upiak (Minangkabau) : upik, panggilan sayang untuk anak perempuan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : &lt;a href="http://www.jurnalnasional.com/?med=Koran+Harian&amp;sec=Cerpen&amp;rbrk&amp;id=97416&amp;postdate=2009-07-05&amp;detail=Cerpen"&gt;Jurnas&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3178048-7330701936679457684?l=sangdenai.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sangdenai.blogspot.com/feeds/7330701936679457684/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3178048&amp;postID=7330701936679457684&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3178048/posts/default/7330701936679457684'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3178048/posts/default/7330701936679457684'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sangdenai.blogspot.com/2009/07/guguak-sembahyang-cerpen-afnaldi.html' title=''/><author><name>Sangdenai</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://bp2.blogger.com/_DDk-afWcHWo/SDcaz_32ATI/AAAAAAAAADI/xBVssJnmtHg/S220/DSC_0163+250.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3178048.post-6784385603257317184</id><published>2008-09-01T15:32:00.003+07:00</published><updated>2008-09-09T16:01:04.146+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Puisi dari &lt;a href="http://kandangpadati.wordpress.com/2008/09/05/yang-menghitung-kelokan-jalan/"&gt;Esha Tegar Putra&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;a href="http://kandangpadati.wordpress.com/2008/09/05/yang-menghitung-kelokan-jalan/"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;a href="http://kandangpadati.wordpress.com/2008/09/05/yang-menghitung-kelokan-jalan/"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;Yang Menghitung Kelokan Jalan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;—sangdenai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kelokan jalan bukittinggi masih begitu, lembah berpunggung dingin, batang air menanak batu,&lt;br /&gt;dan kabut masih saja menyembunyikan rindunya para bujang-gadis untuk menyebut&lt;br /&gt;kata berpadu. tapi takkan kau dengar derak pedati menuruni landai jalan, takkan&lt;br /&gt;kau dengar celotehan perempuan berkain-basahan di tepian mandi, takkan kau&lt;br /&gt;dengar kekanak berlarian girang di surau saat magrib beranjak isya. dan takkan&lt;br /&gt;kau ingat bahwasanya di tiap kelok jalan ke bukittinggi, si sayang telah&lt;br /&gt;ditinggalkan pergantian tahun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harau, 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3178048-6784385603257317184?l=sangdenai.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sangdenai.blogspot.com/feeds/6784385603257317184/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3178048&amp;postID=6784385603257317184&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3178048/posts/default/6784385603257317184'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3178048/posts/default/6784385603257317184'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sangdenai.blogspot.com/2008/09/puisi-dari-esha-tegar-putra-yang.html' title=''/><author><name>Sangdenai</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://bp2.blogger.com/_DDk-afWcHWo/SDcaz_32ATI/AAAAAAAAADI/xBVssJnmtHg/S220/DSC_0163+250.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3178048.post-7841403550439467059</id><published>2008-07-26T18:12:00.000+07:00</published><updated>2008-09-09T18:15:08.192+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a href="http://newspaper.pikiran-rakyat.co.id/prprint.php?mib=beritadetail&amp;amp;id=24714"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kepada Perempuan Pecinta Hujan (1)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;masihkah bulirbulir dari sudut matamu&lt;br /&gt;mengabarkan kegalauan pada sunyi malam&lt;br /&gt;mengalirkannya pada tetes yang menggaram&lt;br /&gt;di lekuk pipimu yang memerah&lt;br /&gt;kemudian luruh ke tanah&lt;br /&gt;seperti hujan yang turun pagi itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ingin kutadahi bulirbulir yang luruh itu&lt;br /&gt;dengan dua tanganku yang tergetar&lt;br /&gt;lalu kubasuhkan ke dadaku, ke mukaku,&lt;br /&gt;ke lenganku, ke seluruh tubuhku&lt;br /&gt;agar dapat kuselami lebih dalam&lt;br /&gt;galau yang menyelimuti malammu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lalu,&lt;br /&gt;kita siangi galau malammu&lt;br /&gt;dengan matahari di pelukanku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Taman MnemoniC, 2008&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kepada Perempuan Pecinta Hujan (2)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;gerimis itu, perempuan, adalah Aku;&lt;br /&gt;yang menjalin sirkulasi&lt;br /&gt;dari bulirbulir air mata kelam&lt;br /&gt;yang mengalir ke laut kesunyian&lt;br /&gt;menguap jadi awan hitam kegalauan&lt;br /&gt;kemudian menetes kembali ke hatimu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;gerimis itu, perempuan, adalah Aku;&lt;br /&gt;yang menjelma buliran&lt;br /&gt;dari luruhanluruhan perihnya malam&lt;br /&gt;yang akan mengeringkan luka lama&lt;br /&gt;membalutnya dengan kasa kesetiaan&lt;br /&gt;menjaganya hingga pagi menjelang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;gerimis itu, perempuan, adalah Aku;&lt;br /&gt;serupa embun yang akan menguraikan&lt;br /&gt;cahaya matahari pagi&lt;br /&gt;menjadi spektrum pelangi&lt;br /&gt;melengkung di langit hatimu&lt;br /&gt;dan akan mewarnai hidup dan duniamu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Taman MnemoniC, 2008&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kepada Perempuan Pecinta Hujan (3)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;gemetar itu menyerang bibirku&lt;br /&gt;kala kupaksakan untuk sekadar&lt;br /&gt;memanggil namamu yang telah lama&lt;br /&gt;tidak pernah kugumamkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Taman MnemoniC, 2008&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3178048-7841403550439467059?l=sangdenai.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sangdenai.blogspot.com/feeds/7841403550439467059/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3178048&amp;postID=7841403550439467059&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3178048/posts/default/7841403550439467059'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3178048/posts/default/7841403550439467059'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sangdenai.blogspot.com/2008/07/kepada-perempuan-pecinta-hujan-1.html' title=''/><author><name>Sangdenai</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://bp2.blogger.com/_DDk-afWcHWo/SDcaz_32ATI/AAAAAAAAADI/xBVssJnmtHg/S220/DSC_0163+250.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3178048.post-1730175364893385439</id><published>2008-07-25T02:09:00.000+07:00</published><updated>2008-09-09T18:16:14.148+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Agenda Ultimus&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://i280.photobucket.com/albums/kk196/Sangdenai/Sampul%20Buku/selingkuhdpn.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px;" src="http://i280.photobucket.com/albums/kk196/Sangdenai/Sampul%20Buku/selingkuhdpn.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:14;"&gt;Selingkuh di &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:14;"&gt;Ultimus&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span&gt;Rabu, 30 Juli 2008&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span&gt;Pukul 19.00 s/d 22.00 WIB&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;“&lt;i&gt;Jika Chairil bilang “Yang bukan penyair tak boleh ambil bagian,” sajak-sajak Slamet justru memproklamasikan, “Yang bukan penyair boleh ambil b&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;i&gt;agian&lt;/i&gt;.” (Triyanto Triwikromo).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;Rabu, 30 Juli 2008, pukul 19.00 WIB, Toko Buku Ultimus akan menggelar Launching kumpulan puisi A. Slamet Widodo yang berjudul “Selingkuh”. Acara ini akan diisi oleh pembacaan puisi dan performance oleh &lt;span&gt;Soni Farid Maulana&lt;/span&gt;, Karensa Dewantoro, Ayi Kurnia, Peri Sandi Huizche, Heri Latief, Rahmat Jabaril, Fadila Romadhona, M.E Gunawan, Desti, Fadila Romadhona, Evi SR, KSJI, juga beberapa grup musik, seperti Asal Sada, Kelompok Bermain, Wedang Jahe, ASAS Zenith. Pengunjung akan disediakan bandrek juga penganan kecil. Acara ini terbuka untuk umum dan Gratis.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://i280.photobucket.com/albums/kk196/Sangdenai/Sampul%20Buku/selingkuhblk.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px;" src="http://i280.photobucket.com/albums/kk196/Sangdenai/Sampul%20Buku/selingkuhblk.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3178048-1730175364893385439?l=sangdenai.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sangdenai.blogspot.com/feeds/1730175364893385439/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3178048&amp;postID=1730175364893385439&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3178048/posts/default/1730175364893385439'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3178048/posts/default/1730175364893385439'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sangdenai.blogspot.com/2008/07/agenda-ultimus-selingkuh-di-ultimus.html' title=''/><author><name>Sangdenai</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://bp2.blogger.com/_DDk-afWcHWo/SDcaz_32ATI/AAAAAAAAADI/xBVssJnmtHg/S220/DSC_0163+250.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://i280.photobucket.com/albums/kk196/Sangdenai/Sampul%20Buku/th_selingkuhdpn.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3178048.post-8146626725040763592</id><published>2008-07-10T21:25:00.002+07:00</published><updated>2008-07-10T21:32:04.950+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Agenda Ultimus&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puisi merupakan salah satu media belajar, berekspresi dan berkarya bagi banyak kalangan, termasuk bagi mereka yang memperjuangkan penegakan kembali kedaulatan rakyat. Tidak hanya tatkala suatu hasil karya dituliskan, tetapi meliputi juga seluruh proses kerja dan kegiatan yang mengiringinya adalah bagian dari pemaknaan kedaulatan itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ultimus bekerja sama dengan Lembaga Sastra Pembebasan mengadakan Launching buku puisi 50% Merdeka karya Heri Latief. Kegiatan ini akan dilaksanakan pada Hari selasa, tanggal 15 Juli 2008, pk. 19.00 WIB, bertempat di Ultimus Jl. Lengkong Besar No. 217 Bandung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda akan disuguhkan berbagai sajian seperti diskusi buku bersama Matdon, Widzar Al-Ghiffary, dan Heri Latief. Berbagai sajian music dari Komunitas Asal Sada, STUBA, ASAS, STSI, dan pembacaan puisi oleh Desiyanti, Utche, M.E. Gunawan, Mira Dewi Kania, Mikrima Puspasari, Ervin Noviyanti, Ihung, Rahmat Jabaril, Bumi, Yani, dan Samsir Moehammad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada penganan kecil dan doorprize! Acara ini Gratis!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Barangsiapa yang tidak puas menyaksikan dan merasakan keadaan realitas Indonesia sekarang ini, maka dia akan cepat bersalaman dengan Heri Latief.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://i280.photobucket.com/albums/kk196/Sangdenai/poster_1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px;" src="http://i280.photobucket.com/albums/kk196/Sangdenai/poster_1.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3178048-8146626725040763592?l=sangdenai.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sangdenai.blogspot.com/feeds/8146626725040763592/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3178048&amp;postID=8146626725040763592&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3178048/posts/default/8146626725040763592'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3178048/posts/default/8146626725040763592'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sangdenai.blogspot.com/2008/07/agenda-ultimus-puisi-merupakan-salah.html' title=''/><author><name>Sangdenai</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://bp2.blogger.com/_DDk-afWcHWo/SDcaz_32ATI/AAAAAAAAADI/xBVssJnmtHg/S220/DSC_0163+250.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3178048.post-6929404141037718823</id><published>2008-06-15T21:20:00.003+07:00</published><updated>2008-06-15T21:26:35.827+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>Agenda&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PERAYAAN KHATAM AL-QUR'AN &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;TPA IPPB BIARO&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://i280.photobucket.com/albums/kk196/Sangdenai/tpa.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px;" src="http://i280.photobucket.com/albums/kk196/Sangdenai/tpa.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari berpartisipasi untuk menyukseskan acara ini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3178048-6929404141037718823?l=sangdenai.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sangdenai.blogspot.com/feeds/6929404141037718823/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3178048&amp;postID=6929404141037718823&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3178048/posts/default/6929404141037718823'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3178048/posts/default/6929404141037718823'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sangdenai.blogspot.com/2008/06/blog-post.html' title=''/><author><name>Sangdenai</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://bp2.blogger.com/_DDk-afWcHWo/SDcaz_32ATI/AAAAAAAAADI/xBVssJnmtHg/S220/DSC_0163+250.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3178048.post-8669856804031253340</id><published>2008-06-11T01:15:00.006+07:00</published><updated>2008-06-14T12:10:01.009+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size:14;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Agenda Ultimus&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size:14;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Mawar Merah Mekar di ULTIMUS&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Peluncuran Antologi Puisi Mawar Merah karya Chalik Hamid&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_DDk-afWcHWo/SE7T94Iib4I/AAAAAAAAADQ/hGGjIt95tnQ/s1600-h/Mawar+merah1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_DDk-afWcHWo/SE7T94Iib4I/AAAAAAAAADQ/hGGjIt95tnQ/s320/Mawar+merah1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5210334878907920258" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;bunga mawar bunga berduri&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;ditebas setiap hari&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;diratakan dengan bumi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;namun, pada musimnya berkembang lagi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;(Chalik Hamid, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Mawar Merah&lt;/span&gt;)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Saatnya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Mawar Merah&lt;/span&gt; karya Chalik Hamid itu bermekaran bersama para penyair-penyair dan deklamator-deklamator yang akan mengalunkan larik demi larik, bait demi bait puisi-puisi dalam antologi yang diterbitkan oleh Penerbit Ultimus ini. Ditemani hangatnya secangkir kopi dan penganan-penganan kecil, kita akan dapat meresapi makna rangkaian kata-kata yang dijalin oleh Chalik Hamid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bertempat di Toko Buku ULTIMUS, Jl. Lengkong Besar 127, Bandung, mulai pukul 19.00 Wib sampai selesai, pada hari Rabu, 18 Juni 2008, dipandu MC &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Yopi Setia Umbara &lt;/span&gt;dan bersama &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Samsir Mohamad, Rahmat Jabaril, Mat Don, Mulyani Hasan, Desiyanti, M.E. Gunawan, Utche&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; Felagonna, Dian Hartati, Iman Abda, Evi SR, Deni Maung,&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; Vienesia, Jaelani,&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; Anggun, M. Wail, Desti F. Fatin, Laila Guntari, Maulana&lt;/span&gt;&lt;a style="font-weight: bold;" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_DDk-afWcHWo/SE7UQ63GUMI/AAAAAAAAADY/ffEEI107_lo/s1600-h/Mawar+merah2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_DDk-afWcHWo/SE7UQ63GUMI/AAAAAAAAADY/ffEEI107_lo/s200/Mawar+merah2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5210335206057595074" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; Rangkuti,&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; G&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;alih CS, &lt;/span&gt;dan&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; Fadhila Romadona&lt;/span&gt; serta dimeriahkan juga dengan musikalisasi puisi dari &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Komunitas ASAS UPI&lt;/span&gt;, kita akan menikmati keindahan Mawar Merah sekaligus perihnya tusukan-tusukan duri Mawar Merah Chalik Hamid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada kesempatan ini juga akan kita dapatkan diskon sampai dengan 50% untuk semua buku kumpulan puisi terbitan Penerbit Ultimus. Informasi lebih lanjut dapat menghubungi TB. Ultimus (022)4237060.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3178048-8669856804031253340?l=sangdenai.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sangdenai.blogspot.com/feeds/8669856804031253340/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3178048&amp;postID=8669856804031253340&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3178048/posts/default/8669856804031253340'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3178048/posts/default/8669856804031253340'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sangdenai.blogspot.com/2008/06/agenda-ultimus-mawar-merah-mekar-di.html' title=''/><author><name>Sangdenai</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://bp2.blogger.com/_DDk-afWcHWo/SDcaz_32ATI/AAAAAAAAADI/xBVssJnmtHg/S220/DSC_0163+250.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_DDk-afWcHWo/SE7T94Iib4I/AAAAAAAAADQ/hGGjIt95tnQ/s72-c/Mawar+merah1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3178048.post-3314697964289821303</id><published>2008-05-23T01:22:00.000+07:00</published><updated>2008-05-23T01:25:42.473+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;AGENDA ULTIMUS&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;LAUNCHING BUKU&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;“JELITA SENANDUNG HIDUP”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Launching buku "Jelita Senandung Hidup" karya Nurdiana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari/Tanggal     : Senin/ 26 Mei 2008&lt;br /&gt; Waktu                 : Pk. 19.30 WIB - Selesai&lt;br /&gt;Tempat               : Ultimus, Jl. Lengkong Besar 127, Bandung, 40261&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan ada pembacaan puisi, musik perkusi, dramatisasi puisi, dan lain-lain. Acara ini dihangatkan oleh :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.     Besti Rahulasmoro&lt;br /&gt;2.     Bojes&lt;br /&gt;3.     Deni Maung&lt;br /&gt;4.     Desti&lt;br /&gt;5.     Dian Hardiana&lt;br /&gt;6.     Dian Hartati&lt;br /&gt;7.     Evi SR&lt;br /&gt;8.     Ferry&lt;br /&gt;9.     Iwan&lt;br /&gt;10.   Kerensa Dewantoro&lt;br /&gt;11.   Matdon&lt;br /&gt;12.   Mira Dewi Kania&lt;br /&gt;13.   Rahmat Jabaril&lt;br /&gt;14.   Sangdenai&lt;br /&gt;15.   Semi Ikranegara&lt;br /&gt;16.   Seli “Cey”&lt;br /&gt;17.   Stoe Percussion&lt;br /&gt;18.   Udung&lt;br /&gt;19.   Widzar Al-giffary&lt;br /&gt;20.   Yopie Setia Umbara&lt;br /&gt;21.   Yunis Kartika&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara ini atas kerjasama: Lembaga Sastra Pembebasan dan Ultimus Bandung.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3178048-3314697964289821303?l=sangdenai.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sangdenai.blogspot.com/feeds/3314697964289821303/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3178048&amp;postID=3314697964289821303&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3178048/posts/default/3314697964289821303'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3178048/posts/default/3314697964289821303'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sangdenai.blogspot.com/2008/05/agenda-ultimus-launching-buku-jelita.html' title=''/><author><name>Sangdenai</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://bp2.blogger.com/_DDk-afWcHWo/SDcaz_32ATI/AAAAAAAAADI/xBVssJnmtHg/S220/DSC_0163+250.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3178048.post-2678018750279120127</id><published>2008-05-22T22:47:00.000+07:00</published><updated>2008-05-23T02:47:55.740+07:00</updated><title type='text'>Semua harus dicatet</title><content type='html'>    &lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3178048-2678018750279120127?l=sangdenai.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sangdenai.blogspot.com/feeds/2678018750279120127/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3178048&amp;postID=2678018750279120127&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3178048/posts/default/2678018750279120127'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3178048/posts/default/2678018750279120127'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sangdenai.blogspot.com/2008/05/semua-harus-dicatet.html' title='Semua harus dicatet'/><author><name>Sangdenai</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://bp2.blogger.com/_DDk-afWcHWo/SDcaz_32ATI/AAAAAAAAADI/xBVssJnmtHg/S220/DSC_0163+250.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3178048.post-1491759513066928439</id><published>2008-05-18T17:36:00.004+07:00</published><updated>2008-05-18T17:58:25.428+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; font-weight: bold;" align="center"&gt;&lt;span lang="EN-US"  style="font-size:130%;"&gt;Temu Penyair Lima Kota dan Penolakan Penyair Muda Bandung&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;Tanggapan atas artikel opini &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"&gt;S. Metron M. yang dimuat di &lt;a href="http://www.padangekspres.co.id/content/view/4855/131"&gt;Padang Ekspres Minggu&lt;/a&gt;, 4 Mei 2008&lt;br /&gt;Artikel ini dimuat di &lt;a href="http://www.padangekspres.co.id/content/view/6400/131"&gt;Padang Ekspres Minggu&lt;/a&gt;, 18 Mei 2008&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;      &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right;" align="right"&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right;" align="right"&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN"&gt;....Yang ironis, justru yang paling keras menolak acara Temu Penyair Lima Kota ini adalah penyair dari Bandung berdarah Minangkabau&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" lang="EN-US" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" lang="EN-US" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 28.35pt;"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" lang="EN-US" &gt;Membaca artikel opini di Padang Ekspres, Minggu, 04 Mei 2008, yang berjudul &lt;i&gt;Temu Penyair 50 Kota, Sebuah Catatan Kritis&lt;/i&gt;, yang ditulis oleh S. Metron M (SMM) saya mencatat beberapa hal yang justru perlu juga dikritisi dari tulisan yang kritis ini. Beberapa hal dalam tulisan ini ternyata tidak tepat atau tidak berdasarkan fakta-fakta yang ada. Saya tidak tahu kenapa hal itu terjadi dan saya tidak mau menduga-duga mengapa ketidaktepatan itu terjadi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 28.35pt;"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" lang="EN-US" &gt;Dalam pelaksanaan sebuah kegiatan atau acara sastra, tentu saja panitia membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah. Begitu juga dengan acara Temu Penyair Lima Kota (TPLK), 27-29 April 2008, di Kota Payakumbuh atau Temu Penyair Muda Jawa Barat-Bali (TPMJBB) yang saya dan teman-teman penyair muda Bandung laksanakan tahun 2005 lalu. TPMJBB mendapat dukungan dari Pemda. Terbukti bahwa kemudian penyair-penyair yang ikut serta menginap (tentu saja gratis) di Gelanggang Generasi Muda (GGM) Bandung –bukan di toko atau rumah orang seperti yang ditulis dalam artikel itu– yang merupakan milik Pemda Bandung. Perlu saya luruskan, memang ada penyair muda Bali yang menginap di rumah kontrakan saya pada waktu itu, tapi hal ini disebabkan mereka datang lebih awal dan mereka menambah waktu kunjungannya setelah acara tersebut. Akan tetapi, selama kegiatan, mereka justru menginap di GGM Bandung. Namun perbedaan dukungan antara TPLK dengan TPMJBB terletak pada “kepemilikan” acara. Seperti tercantum dalam proposal, jelas bahwa TPMJBB diselenggarakan oleh jaringan komunitas dengan dukungan dari berbagai pihak. Sementara itu TPLK, sesuai dengan proposal yang saya baca, acara ini dilaksanakan oleh Dewan Kesenian Kota Payakumbuh. Inilah ketidakakuratan pertama.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" lang="EN-US" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;Pernyataan Sikap Penyair Muda Bandung&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 28.35pt;"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" lang="EN-US" &gt;Menyoalkan ketidakhadiran dan pernyataan sikap penyair muda Bandung pada acara TPLK, tentu kita tidak bisa lepas dari rentetan-rentetan kejadian yang melatarinya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 28.35pt;"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" lang="EN-US" &gt;Temu Penyair Muda ini pertama kali digagas oleh beberapa orang penyair muda dari Bandung dan Denpasar. Setelah melakukan beberapa pembicaraan, baik lewat telepon, surat elektronik, kemudian dilanjutkan dengan pertemuan tatap muka di Bandung pada awal tahun 2005, maka disepakati untuk mengadakan sebuah acara. Berangkat dari titik pijak sama atas keprihatinan bahwa penyair-penyair muda selama ini seringkali sangat sulit untuk eksis, baik itu di media maupun dalam kegiatan-kegiatan sastra lainnya, maka timbul kesepakatan untuk membuat sebuah “gerakan” untuk memperjuangkan eksistensi penyair-penyair muda. Untuk kali pertama disepakati untuk melaksanakan acara Temu Penyair Jawa Barat – Bali di Bandung sebagai tonggak awal. Pertimbangan kenapa hanya Jawa Barat dan Bali pada waktu itu karena acara itu adalah pijakan pertama. Nantinya kegiatan ini akan terus bergulir dan berkembang dengan mengajak rekan-rekan penyair muda dari daerah lain untuk bergabung dan hal itu mulai terwujud ketika pada tahun 2007 diadakan Temu Penyair Muda 4 Kota (TPMEK) di Jogjakarta yang merupakan kelanjutan TPMJBB.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 28.35pt;"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" lang="EN-US" &gt;Jadi, ketika kali pertama dicetuskan bukanlah semata sebagai acara kumpul-kumpul, diskusi, lalu baca puisi. Juga bukan dilandasi oleh semata ada gap antara penyair muda dengan penyair tua seperti yang ditulis SMM. Toh, saya dan penyair-penyair tua di Bandung juga sering duduk bersama, berdiskusi banyak hal. Ini adalah sebuah gerakan dari, oleh, dan untuk penyair muda untuk eksis dan maju bersama.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 28.35pt;"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" lang="EN-US" &gt;Kembali pada acara TPLK, saya sepakat dengan SMM bahwa ketika sebuah acara diniatkan sebagai penerus acara sebelumnya, tentu harus taat pada kesepakatan yang telah dibuat. Dalam rapat setelah acara Temu Penyair Muda 4 Kota di Jogjakarta, tahun 2007 lalu, disepakati (bukan ditunjuk) bahwa teman-teman (komunitas-komunitas sastra) di Padang menjadi tuan rumah selanjutnya. Tentu saja dengan konsep yang sama. Sedangkan masalah peserta, disepakati juga pada waktu itu bahwa, akan diperluas sesuai dengan kesanggupan teman-teman di Padang. Juga pada kesempatan itu disepakati bahwa tenggat waktu pelaksanaanya paling lambat bulan Agustus 2008. Untuk mempermudah komunikasi, maka dibuatlah &lt;i&gt;mailing list&lt;/i&gt; “danaupuisi”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 28.35pt;"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" lang="EN-US" &gt;Dalam perjalanannya kemudian, tiba-tiba saya mendapat kabar bahwa acara itu akan diadakan di Payakumbuh dan Komunitas Intro yang menjadi pelaksananya. Pada awalnya saya dan teman-teman penyair muda Bandung dapat menerima kondisi ini. Namun ketika proposal acara sampai ke tangan saya –saya diminta jadi koordinator penyair muda Bandung- sungguh sangat mengejutkan bahwa ternyata acara itu dilaksanakan oleh &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;Dewan Kesenian Kota Payakumbuh (DKKP) bekerjasama dengan Kantor Pariwisata, Seni dan Budaya Kota Payakumbuh dan Dewan Kesenian Sumatera Barat. Di sinilah titik pangkal silang pendapat pendapat antara penyair muda Bandung dengan panitia. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 28.35pt;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;Silang pendapat ini sebenarnya telah coba diurai dan dicari titik temunya. Namun tetap saja dua belah pihak kukuh pada pendiriannya. Akhirnya penyair muda Bandung bersepakat untuk tidak berpartisipasi dan menolak klaim panitia yang menyatakan bahwa TPLK adalah kelanjutan dari dua acara sebelumnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 28.35pt;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;Puncaknya adalah ketika pernyataan Iyut Fitra sebagai ketua pelaksana TPLK yang dimuat di salah satu media nasional, Kompas, yang tetap mengklaim bahwa TPLK merupakan kelanjutan dari dua acara temu penyair muda sebelumnya. Sehari setelah pernyataan itu ditayangkan, 13 orang penyair muda Bandung yang menggagas dan ikut terlibat dalam dua acara sebelumnya membuat surat pernyataan yang memuat poin utamanya adalah menolak klaim bahwa TPLK bukanlah kelanjutan dari TPMJBB dan TPMEK.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 28.35pt;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;Surat pernyataan itu disusun dan ditandatangani oleh 13 penyair muda tersebut dengan penuh kesadaran untuk menunjukan sikap konsisten pada gagasan awal acara temu penyair muda, tentu dengan telah mempertimbangkan segala konsekuensinya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" lang="EN-US" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;Penutup&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 28.35pt;"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" lang="EN-US" &gt;Sengaja saya mengawali tulisan saya ini dengan kutipan “&lt;i&gt;Yang ironis, justru yang paling keras menolak acara Temu Penyair Lima Kota ini adalah penyair dari Bandung berdarah Minangkabau&lt;/i&gt;”. Walau tidak disebut secara eksplisit nama penyair dari Bandung yang berdarah Minangkabau itu, saya dan kita semua dapat menduga “hidung Malin Kundang” mana yang ditunjuk oleh SMM. Saya hanya ingin meluruskan bahwa 13 orang penyair muda Bandung yang menandatangani Surat Pernyataan itu sama-sama menolak keras klaim TPLK adalah kelanjutan dua acara sebelumnya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 28.35pt;"&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kemudian saya hanya dapat tersenyum sambil balik bertanya dalam hati, lebih ironis mana ya, kalau seorang individu (penyair) kehilangan kekritisannya hanya karena persoalan primordial atau kesukuan?(©sangdenai)&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3178048-1491759513066928439?l=sangdenai.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sangdenai.blogspot.com/feeds/1491759513066928439/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3178048&amp;postID=1491759513066928439&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3178048/posts/default/1491759513066928439'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3178048/posts/default/1491759513066928439'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sangdenai.blogspot.com/2008/05/temu-penyair-lima-kota-dan-penolakan.html' title=''/><author><name>Sangdenai</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://bp2.blogger.com/_DDk-afWcHWo/SDcaz_32ATI/AAAAAAAAADI/xBVssJnmtHg/S220/DSC_0163+250.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3178048.post-1929773475552207120</id><published>2008-05-03T07:59:00.008+07:00</published><updated>2008-05-09T04:47:06.410+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Agenda Ultimus&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara Safari Launching dan Bedah Buku&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;MENYUSURI LORONG-LORONG DUNIA &lt;/span&gt;Jilid-2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_DDk-afWcHWo/SBx5alEfNII/AAAAAAAAAC8/4gBbEXhKd6s/s1600-h/Cover+Sigit+1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 200px; height: 275px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_DDk-afWcHWo/SBx5alEfNII/AAAAAAAAAC8/4gBbEXhKd6s/s200/Cover+Sigit+1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5196161567613203586" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Menyusul sukses buku Menyusuri Lorong-Lorong Dunia (MLLD) yang terbit pada bulan November 2005, Sigit Susanto sang penulis terdorong untuk melanjutkan menulis tema serupa dengan judul yang sama. Mengingat judulnya sama, maka untuk membedakannya, ditandai dengan jilid 1 dan 2.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi pembaca yang sudah membaca MLLD-1 akan menemukan bahwa buku sastra perjalanan edisi kedua ini lebih komplit dan detail --walaupun jumlah negara yang dibahas di MLLD-2 ini lebih sedikit (7 negara) dibanding dengan MLLD-1 (10 negara)—sehingga jumlah halamannya pun menggelembung. Hal ini dikarenakan penulisnya “ingin memboyong seluruh lorong kota atau negara yang sedang dikunjunginya untuk dibawa pulang ke negeri sendiri”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk peluncuran buku MLLD-2, INSISTPress bersama dengan even organizer di kota setempat akan mengadakan safari diskusi peluncuran buku yang akan diadakan di 6 kota antara tanggal 12 Mei 2008 hingga 19 Juni 2008 yang akan menghadirikan sang penulis, Sigit Susanto, yang datang jauh-jauh dari Swiss ke Indonesia khusus untuk mempromosikan bukunya. Tidak sendiri, Sigit Susanto akan didampingi oleh beberapa pembicara pendamping yang menarik dan expert yang tentunya akan menyajikan berbagai macam sudut pandang yang menarik untuk didiskusikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun jadwal safari peluncuran buku Menyusuri Lorong-Lorong Dunia 2 :&lt;br /&gt;1.      Semarang&lt;br /&gt;Hari / Tanggal    : Senin, 12 Mei 2008&lt;br /&gt;Waktu                  : Pk. 19.00 WIB&lt;br /&gt;Tempat                : Rumah Seni Yaitu&lt;br /&gt;                               Kp. Jambe 280, Semarang50124 Jawa Tengah - INDONESIA&lt;br /&gt;Pembicara           : 1. Sigit Susanto&lt;br /&gt;                                                        2. Donny Danardono  (pengajar PMLP Unika Sugijapranata)&lt;br /&gt;Moderator                 : Poengki Pamungkas&lt;br /&gt;No. Kontak          : Tubagus Email: yaitu_art@yahoo.com. No HP: 081-228 033 40&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.      Yogyakarta&lt;br /&gt;Hari / Tanggal    : Jumat, 15 Mei 2008&lt;br /&gt;Waktu                  : Pk. 16.00 WIB&lt;br /&gt;Tempat                : Toko Buku Togamas Yogyakarta&lt;br /&gt;                               Jl. Affandi No. 5, Yogyakarta&lt;br /&gt;Pembicara           : 1. Sigit Susanto&lt;br /&gt;                                                        2. Shiho Sawai  (Peneliti Komunitas Sastra)&lt;br /&gt;                                                        3. Katrin Bandell (Kritikus Sastra)&lt;br /&gt;Moderator           : Faiz Ahsoul&lt;br /&gt;No. Kontak          : Markaban Anwar  Email: m2anwar@yahoo.co.id, Hp:081-328 065 224&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.      Malang&lt;br /&gt;Hari / Tanggal    : Sabtu, 17 Mei 2008&lt;br /&gt;Waktu                  : Pk. 14.00-16.00 WIB&lt;br /&gt;Tempat                : Perpustakaan Kota Malang&lt;br /&gt;Pembicara           : 1. Sigit Susanto&lt;br /&gt;                               2. Antoni (Pengajar di Fakultas Ilmu Sosial Universitas Brawijaya)&lt;br /&gt;                               3. Ahmad Santoso (Penerjemah dan Editor  Buku)&lt;br /&gt;No. Kontak           : Wawan Eko Yulianto  green_stranger@yahoo.com. Hp:081-334 365 925&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.      Denpasar&lt;br /&gt;Hari / Tanggal    : Sabtu, 24 Mei 2008&lt;br /&gt;Waktu                  : Pk. 19.30 WITA&lt;br /&gt;Tempat                : TB Togamas Denpasar&lt;br /&gt;                               Jl. Hayam Wuruk 175, Denpasar&lt;br /&gt;Pembicara           : 1. Sigit Susanto&lt;br /&gt;                                                        2. Warih Wisatsana (Sastrawan)&lt;br /&gt;Moderator           : Wayan Sunarta&lt;br /&gt;No. Kontak          : Jengki Email: myjengki@yahoo.com Hp:081-338 084 585&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255); font-weight: bold;"&gt;5.      Bandung&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255); font-weight: bold;"&gt;    Hari / Tanggal    : Sabtu, 31 Mei 2008&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255); font-weight: bold;"&gt;    Waktu                    : Pk. 19.30 WIB&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255); font-weight: bold;"&gt;    Tempat                  : Toko Buku ULTIMUS Jl. Lengkong Besar 127, Bandung&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255); font-weight: bold;"&gt;    Pembicara                   : 1. Sigit Susanto&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255); font-weight: bold;"&gt;                                                                   2. Anwar Holid (Kritikus)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255); font-weight: bold;"&gt;    Moderator            : Widzar Alghifary&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255); font-weight: bold;"&gt;    No. Kontak           : Bilven ultimus_bandung@yahoo.com Hp: 081-224 56 452&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.      Singaraja&lt;br /&gt;Hari / Tanggal    : Kamis, 19 Juni 2008&lt;br /&gt;Waktu                  : Pk. 19.00 WIB&lt;br /&gt;Tempat                : Puri Agung Singaraja (Puri Gede Buleleng)&lt;br /&gt;                               Jalan Mayor Metra No. 12, Singaraja 81119 - Bali Utara&lt;br /&gt;Pembicara           : 1. Sigit Susanto&lt;br /&gt;                                                        2. Sunaryono Basuki KS&lt;br /&gt;Moderator           : Kadek Sonia Piscayanti&lt;br /&gt;Kontak Person    : Agung Brawida  Email:  (agungbrawida@hotmail.fr ) Hp: 08123921658&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Informasi lengkap hubungi:&lt;br /&gt;INSISTPress&lt;br /&gt;Jl. Ganesha II No. 9&lt;br /&gt;Timoho – Yogyakarta 55165&lt;br /&gt;Telp. / Fax.  +62274 – 556433&lt;br /&gt;Email: anwar@insist.or.id, m2anwar@yahoo.co.id&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3178048-1929773475552207120?l=sangdenai.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sangdenai.blogspot.com/feeds/1929773475552207120/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3178048&amp;postID=1929773475552207120&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3178048/posts/default/1929773475552207120'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3178048/posts/default/1929773475552207120'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sangdenai.blogspot.com/2008/05/agenda-ultimus-acara-safari-launching.html' title=''/><author><name>Sangdenai</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://bp2.blogger.com/_DDk-afWcHWo/SDcaz_32ATI/AAAAAAAAADI/xBVssJnmtHg/S220/DSC_0163+250.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_DDk-afWcHWo/SBx5alEfNII/AAAAAAAAAC8/4gBbEXhKd6s/s72-c/Cover+Sigit+1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3178048.post-981105016670783010</id><published>2008-04-27T14:15:00.000+07:00</published><updated>2008-05-01T14:20:20.743+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Surat Pernyataan Sikap&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kami adalah para Penyair Muda Bandung yang memegang teguh semangat muda dan konsisten dengan apa yang kami percayai sebagai proses kepenyairan di Indonesia tidak akan goyah oleh segala bentuk intimidasi yang bisa meruntuhkan tiang-tiang perjuangan menuju dunia kepenyairan yang berpihak kepada anak muda..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehubungan diadakannya acara Temu Penyair Lima Kota di Payakumbuh, Sumatera Barat, bahwa kegiatan ini diklaim oleh Panitia sebagai kelanjutan dari acara Temu Penyair Muda Jawa Barat-Bali 2005 dan Forum Penyair Muda Empat Kota 2007, maka kami, Penggagas/Konseptor ”Temu Penyair Muda Jawa Barat-Bali 2005”, Forum Penyair Muda Bandung peserta “Temu Penyair Muda Jawa Barat-Bali 2005”, dan Forum Penyair Muda Bandung peserta “Forum Penyair Muda Empat Kota 2007” menyatakan sikap :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Kami menghargai inisiatif Dewan Kesenian Kota Payakumbuh (DKKP) untuk menyelenggarakan Temu Penyair Lima Kota (Bandung, Yogyakarta, Sumatera Barat, Lampung, dan Bali).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   2. Setelah mempelajari proposal acara Temu Penyair Lima Kota, maka kami menyatakan bahwa terdapat perbedaan konsep yang sangat mendasar antara acara ini dengan acara Temu Penyair Muda Jawa Barat-Bali 2005 dan Forum Penyair Muda Empat Kota 2007. Oleh karena itu, kami menolak klaim Panitia Temu Penyair Lima Kota dan menyatakan bahwa acara Temu Penyair Lima Kota adalah BUKAN kelanjutan dari acara Temu Penyair Muda Jawa Barat-Bali 2005 dan Forum Penyair Muda Empat Kota 2007.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   3. Kami menyatakan tidak ada keterkaitan antara acara Temu Penyair Lima Kota dengan acara Temu Penyair Muda Jawa Barat-Bali 2005 dan Forum Penyair Muda Empat Kota 2007.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   4. Konsekuensi dari sikap kami ini adalah kami tidak akan mengirim perwakilan/penyair untuk mengikuti acara Temu Penyair Lima Kota&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah Pernyataan Sikap ini kami buat sebagai pendirian kami terhadap kelangsungan acara Temu Penyair Muda yang kami gagas tahun 2005 lalu.&lt;br /&gt;Terima kasih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bandung, 27 April 2008&lt;br /&gt;a.n.&lt;br /&gt;Penggagas/Konseptor ”Temu Penyair Muda Jawa Barat-Bali 2005”,&lt;br /&gt;Forum Penyair Muda Bandung peserta “Temu Penyair Muda Jawa Barat-Bali 2005” dan Forum Penyair Muda Bandung peserta “Forum Penyair Muda Empat Kota 2007”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini Penyair Muda Bandung yang menyetujui Surat Pernyataan ini :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.    Widzar Al-Ghifary&lt;br /&gt;2.    Afnaldi Syaiful&lt;br /&gt;3.    Yopi Setia Umbara&lt;br /&gt;4.    Dian Hartati&lt;br /&gt;5.    Fina Sato&lt;br /&gt;6.    Rudy Ramdani&lt;br /&gt;7.    Dian Hardiana&lt;br /&gt;8.    Jafar Fakhrurozi&lt;br /&gt;9.    Rizki Sharaf&lt;br /&gt;10.  Evi SR&lt;br /&gt;11.  Heri Maja Kelana&lt;br /&gt;12.  Semmy Ikra Anggara&lt;br /&gt;13.  Mira Lismawati&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3178048-981105016670783010?l=sangdenai.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sangdenai.blogspot.com/feeds/981105016670783010/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3178048&amp;postID=981105016670783010&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3178048/posts/default/981105016670783010'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3178048/posts/default/981105016670783010'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sangdenai.blogspot.com/2008/04/surat-pernyataan-sikap-kami-adalah-para.html' title=''/><author><name>Sangdenai</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://bp2.blogger.com/_DDk-afWcHWo/SDcaz_32ATI/AAAAAAAAADI/xBVssJnmtHg/S220/DSC_0163+250.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3178048.post-3114174271354816673</id><published>2008-04-27T14:13:00.002+07:00</published><updated>2008-05-01T14:28:21.042+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Minggu, 27 April 2008 | 11:19 WIB&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Penyair Lima Kota Berkumpul di Payakumbuh&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Laporan Wartawan Kompas Agnes Rita Sulistyawaty&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;a href="http://www.kompas.com/index.php/read/xml/2008/04/27/11192046/penyair.lima.kota.berkumpul.di.payakumbuh"&gt;http://www.kompas.com/index.php/read/xml/2008/04/27/11192046/penyair.lima.kota.berkumpul.di.payakumbuh&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BUKITTINGGI, MINGGU - Puluhan penyair dari lima kota berkumpul di Payakumbuh untuk mengikuti Temu Penyair Lima Kota, yang diselenggarakan Dewan Kesenian Sumatera Barat, Dewan Kesenian Payakumbuh, dan Dinas Kesenian Payakumbuh, 27-29 April 2008.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua Temu Penyair Lima Kota Iyut Fitra, Minggu (27/4), mengatakan acara ini merupakan ketiga kalinya. Selain penyair dari Sumatera Barat, penyair dari Bali, Yogyakarta, Bandung, dan Lampung menjadi peserta. "Kali ini, kami mengangkat tema peran media di mata penyair karena media massa masih berperan penting untuk penyebaran karya sastra," kata Iyut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari Minggu ini, para penyair mengunjungi tanah kelahiran penyair Chairil Anwar, di Nagari Taeh, Kabupaten Limapuluh Kota. Senin (28/4) dan Selasa (29/4) akan diadakan diskusi sastra. Selain para penyair peserta, puluhan penyair dari berbagai kota juga hadir sebagai peninjau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ART&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-----------------------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berita tersebut saya baca di Kompas hari ini. Saya sebagai orang yang terlibat di dua acara sebelumnya merasa ada yang salah dengan berita itu. Ketua pelaksana tidak tegas menyatakan bahwa Penyair Muda Bandung menolak klaim bahwa acara di Payakumbuh adalah kelanjutan dari dua acara sebelumnya yang dilaksanakan di Bandung dan Yogyakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awalnya kami merasa cukup dengan mengirim email pribadi dan surat pernyataan resmi ketidakbersediaan koordinator untuk wilayah Bandung. Saya pikir, surat itu cukup merepresentasikan sikap kawan-kawan Bandung. Apalagi setelah ketua pelaksana mengirim undangan untuk yang kedua kalinya lewat Ahda Imran, yang ditunjuk untuk menggantikan saya sebagai koordinator, dan lagi-lagi, sikap kawan-kawan Penyair Muda Bandung masih sama, menolak klaim karena beberapa alasan yang sangat prinsipil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari dua koordinator yang diminta ketua pelaksana hanya ada satu jawaban yang sama. Tapi jawaban itu sepertinya tidak berpengaruh apa-apa pada klaim panitia. Sungguh, saya merasa, panitia tidak memperhatikan sikap yang telah ditunjukkan oleh kawan-kawan Penyair Muda Bandung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berita yang saya kutip di atas menyatakan seolah-olah ada penyair dari Bandung yang datang ke Payakumbuh, dan terlibat aktif mengikuti acara tersebut. Akan tetapi sayang sekali tidak satu pun nama penyair yang disebutkan dalam berita itu. Setahu saya tidak ada Penyair Muda Bandung yang datang dan ikut terlibat aktif dalam acara tersebut. Oleh karena itu panitia harus mengklarifikasi pernyataan dalam berita tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, saya kutipkan juga surat pernyataan dari kawan-kawan Penyair Muda Bandung. Saya hanya ingin meluruskan berita yang terlanjur menyebar itu.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3178048-3114174271354816673?l=sangdenai.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sangdenai.blogspot.com/feeds/3114174271354816673/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3178048&amp;postID=3114174271354816673&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3178048/posts/default/3114174271354816673'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3178048/posts/default/3114174271354816673'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sangdenai.blogspot.com/2008/04/minggu-27-april-2008-1119-wib-penyair.html' title=''/><author><name>Sangdenai</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://bp2.blogger.com/_DDk-afWcHWo/SDcaz_32ATI/AAAAAAAAADI/xBVssJnmtHg/S220/DSC_0163+250.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3178048.post-2999934519435499717</id><published>2008-04-17T09:23:00.003+07:00</published><updated>2008-04-17T09:26:41.093+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Agenda Ultimus&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TTM (Teater Tarian Mahesa) Bandung akan mementaskan monolog SRINTIL (adaptasi Novel Trilogi Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari) Karya-Sutradara Gusjur Mahesa dengan Aktris Opey Sophia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bertempat di Toko Buku Ultimus, Jln. Lengkong Besar No. 127 Bandung,&lt;br /&gt;waktu pementasan pada hari Senin, 21 April 2008, mulai pukul 19.30 WIB.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pementasan monolog SRINTIL didukung oleh :&lt;br /&gt;Armandjamparing sebagai Penata Artistik&lt;br /&gt;Koor oleh Dian Hardiana, Ersal S Rahman, Yussak Anugrah, Ayi Citah, dan Aninnata Rengganis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:180%;" &gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Gratis. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Untuk informasi hubungi nomor 081321741476 (Yopi Setia Umbara)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3178048-2999934519435499717?l=sangdenai.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sangdenai.blogspot.com/feeds/2999934519435499717/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3178048&amp;postID=2999934519435499717&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3178048/posts/default/2999934519435499717'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3178048/posts/default/2999934519435499717'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sangdenai.blogspot.com/2008/04/agenda-ultimus-ttm-teater-tarian-mahesa.html' title=''/><author><name>Sangdenai</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://bp2.blogger.com/_DDk-afWcHWo/SDcaz_32ATI/AAAAAAAAADI/xBVssJnmtHg/S220/DSC_0163+250.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3178048.post-1577261075537826486</id><published>2008-04-13T19:17:00.000+07:00</published><updated>2008-04-13T19:19:09.187+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Selamat Jalan Bu Zelmiarni (Bu Nini)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;adalah mahamisteri&lt;br /&gt;ketika langkahlangkah hidup&lt;br /&gt;menemukan titik nadirnya&lt;br /&gt;pada sebuah pelataran harap&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jeritanjeritan kesakitan&lt;br /&gt;berujung pada sebuah senandung lirih&lt;br /&gt;bernama keabadian pada muasal&lt;br /&gt;dari segala muasal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;maka&lt;br /&gt;kembalilah kepada muasal&lt;br /&gt;dari segala muasal&lt;br /&gt;dengan langkah pasti&lt;br /&gt;dan biarlah jejakjejak kenangan itu&lt;br /&gt;menjadi prasasti di sini&lt;br /&gt;di sini&lt;br /&gt;di hati kami&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;selamat jalan, bu!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bandung, 13 April 2008&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3178048-1577261075537826486?l=sangdenai.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sangdenai.blogspot.com/feeds/1577261075537826486/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3178048&amp;postID=1577261075537826486&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3178048/posts/default/1577261075537826486'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3178048/posts/default/1577261075537826486'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sangdenai.blogspot.com/2008/04/selamat-jalan-bu-zelmiarni-bu-nini.html' title=''/><author><name>Sangdenai</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://bp2.blogger.com/_DDk-afWcHWo/SDcaz_32ATI/AAAAAAAAADI/xBVssJnmtHg/S220/DSC_0163+250.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3178048.post-8978972309251890028</id><published>2008-04-07T18:32:00.000+07:00</published><updated>2008-04-13T19:17:04.953+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Selamat Jalan Ronald Rivia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mengemasi langkahlangkah kita&lt;br /&gt;di antara riuhreda terik sinar matahari dan&lt;br /&gt;lembutnya cahaya bulan yang dihiasi gemintang&lt;br /&gt;untuk menelusuri labirinlabirin hidup&lt;br /&gt;dalam ketidakpastian yang sebenarnya telah pasti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mungkin suatu saat langkah kita begitu ringan&lt;br /&gt;berayun santai di antara kerikilkerikil kecil&lt;br /&gt;menjejak pasti di sela rerumputan&lt;br /&gt;untuk menggapai segenap impian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;adakalanya langkah kita tertatih&lt;br /&gt;tertahan oleh bebatuan di antara jeramjeram&lt;br /&gt;tergores ilalang yang setinggi pinggang&lt;br /&gt;namun inilah tantangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kini, kawan,&lt;br /&gt;langkahmu kembali tertuju ke muasal&lt;br /&gt;dari segala muasal&lt;br /&gt;semoga semua menjadi ringan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;selamat jalan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7 April 2008&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3178048-8978972309251890028?l=sangdenai.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sangdenai.blogspot.com/feeds/8978972309251890028/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3178048&amp;postID=8978972309251890028&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3178048/posts/default/8978972309251890028'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3178048/posts/default/8978972309251890028'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sangdenai.blogspot.com/2008/04/selamat-jalan-ronald-rivia-mengemasi.html' title=''/><author><name>Sangdenai</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://bp2.blogger.com/_DDk-afWcHWo/SDcaz_32ATI/AAAAAAAAADI/xBVssJnmtHg/S220/DSC_0163+250.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3178048.post-6103068183605987836</id><published>2008-04-04T08:30:00.003+07:00</published><updated>2008-04-04T16:02:47.507+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Undangan Dialog Terbuka Untuk Sdr. Roy Suryo&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dikirim oleh Riyogarta dalam Spesial&lt;br /&gt;Sumber : &lt;a href="http://www.riyogarta.com/"&gt;www.riyogarta.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dengan sangat senang, yang disebut ‘Dialog Terbuka’ adalah diskusi secara nyata dan bertanggung jawab,” kata Roy Suryo dalam pesan singkatnya kepada okezone, Selasa (1/4/2008).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Roy memastikan siap hadir dalam acara itu secara profesional seperti layaknya acara seminar. “Tolong mereka menyiapkan tempat umum yang ilmiah seperti kampus, diliput media, dan hadir secara nyata. Saya tidak melayani diskusi maya,” tegas dosen UGM Yogyakarta itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber: Okezone&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menanggapi kutipan berita diatas, saya dengan ini mengundang secara resmi Sdr. Roy Suryo untuk hadir dalam acara Dialog Terbuka yang akan membahas tema isu seputar blogger terkait dengan statemen-statemennya yang telah dikeluarkannya di media massa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara akan diselenggarakan pada:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari / Tanggal  : Jumat, 11 April 2008&lt;br /&gt;Tempat          : Universitas Budi Luhur Pusat Jakarta&lt;br /&gt;Waktu          : 13.00 WIB - selesai&lt;br /&gt;Acara           : Dialog terbuka antara Riyogarta &amp;amp; Roy Suryo dengan tema seperti yang telah diutarakan diatas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fasilitas:&lt;br /&gt;   * Ruangan ber-AC dengan kapasitas 250 orang&lt;br /&gt;   * LCD Proyektor&lt;br /&gt;   * Sound System&lt;br /&gt;   * Snack bagi pembicara dan peserta&lt;br /&gt;   * Liputan media&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendaftaran dilakukan di Universitas Budi Luhur Pusat Jakarta 2 jam sebelum acara dimulai. Pendaftaran tidak dipungut biaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi pembicara dan moderator disediakan transportasi didalam kota dari dan keUniversitas Budi Luhur Pusat Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terimakasih kepada Universitas Budi Luhur Pusat Jakarta yang telah menyediakan waktu dan tempat beserta fasilitas untuk terselengaranya acara ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Riyogarta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber berita dan info lebih lengkap dan up to date ada di :&lt;br /&gt;Website: &lt;a href="http://www.riyogarta.com/"&gt;www.riyogarta.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Email  : me@riyogarta.com&lt;br /&gt;Telp   : 0855-100-7204&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3178048-6103068183605987836?l=sangdenai.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sangdenai.blogspot.com/feeds/6103068183605987836/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3178048&amp;postID=6103068183605987836&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3178048/posts/default/6103068183605987836'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3178048/posts/default/6103068183605987836'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sangdenai.blogspot.com/2008/04/undangan-dialog-terbuka-untuk-sdr.html' title=''/><author><name>Sangdenai</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://bp2.blogger.com/_DDk-afWcHWo/SDcaz_32ATI/AAAAAAAAADI/xBVssJnmtHg/S220/DSC_0163+250.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3178048.post-3483109887420102150</id><published>2008-03-30T18:17:00.006+07:00</published><updated>2008-04-04T16:01:05.529+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Hujan Es&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Matahari yang tadinya terik, tiba-tiba meredup. Pagi yang tadinya cerah, tiba-tiba siangnya menjadi agak gelap. Awan yang tadinya lembut dan seputih kapas, tiba-tiba menjadi kelihatan sangat berat dan kelabu. Sekilatan cahaya putih perak menyayat awan yang berarak. Angin berkesiuran, menerbangkan sampah-sampah, dedaunan, debu, dan pasir-pasir. Bahkan beberapa kain-kain yang terjemur ikut dilanda dan dipagut oleh angin yang bertiup kencang itu. Sebuah suara menggelegar mengoyak langit yang semakin kelam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gelegar itu kemudian diikuti suara gemuruh dan deru air yang mendera genteng, mendera tanah, mendera semuanya. Tunggu, ternyata bukan hanya air. Ada benda padat, putih, dan keras menimpa pipiku. Dingin tiba-tiba menyengat kulitku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku amati benda putih sebesar dua kali ibu jari tanganku itu. Es? Ya, es. Tepatnya butiran-butiran es sebesar dua kali ibu jari tanganku. Butiran itu menerpa pipiku dengan telak. Kemudian diikuti oleh butiran-butiran lain. Semakin menderas. Seolah peluru yang dimuntahkan dari awan, butiran-butiran itu menghujam ke bumi. Menimpa apa saja untuk kemudian mulai mencair.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali sebuah guratan cahaya perak meretakkan gemawan. Kemudian diikuti oleh suara berdentum yang sangat keras. Angin semakin kencang. Beberapa dahan dan ranting seperti dipaksa meninggalkan batang. Luruh ke bumi bersama dedaunan. Kemudian terseret oleh deras air yang telah bercampur tanah dan terlihat kecoklatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setengah jam berlalu. Butiran-butiran es mulai berkurang dan akhirnya menghilang. Kini tinggal tetesan air lembut yang masih turun. Namun waktu lebih kurang setengah jam itu sudah cukup bagi hujan es untuk memporakporandakan semuanya, memporakporandakan dedaunan, rerantingan, dedahanan, dan pepohonan. Juga Memporakporandakan genting kamarku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, setengah jam. Cukup setengah jam akan memporakporandakan semuanya, seperti kau. Kau yang sengaja atau tidak telah memporakporandakan semua mimpiku.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3178048-3483109887420102150?l=sangdenai.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sangdenai.blogspot.com/feeds/3483109887420102150/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3178048&amp;postID=3483109887420102150&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3178048/posts/default/3483109887420102150'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3178048/posts/default/3483109887420102150'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sangdenai.blogspot.com/2008/03/hujan-es-matahari-yang-tadinya-terik.html' title=''/><author><name>Sangdenai</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://bp2.blogger.com/_DDk-afWcHWo/SDcaz_32ATI/AAAAAAAAADI/xBVssJnmtHg/S220/DSC_0163+250.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3178048.post-5336096446069739128</id><published>2008-03-29T21:43:00.005+07:00</published><updated>2008-04-04T15:59:22.518+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Dua Buku Dari Makasar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;19.00 Wib,&lt;br /&gt;31 Maret 2008,&lt;br /&gt;Toko Buku Ultimus, Jln. Lengkong Besar No. 127 Bandung&lt;br /&gt;Sumber : &lt;a href="http://pikiran-rakyat.com/index.php?mib=beritadetail&amp;amp;id=16822"&gt;H.U. Pikiran Rakyat&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DUA penulis dari Makassar akan hadir di Toko Buku Ultimus, Jalan Lengkong Besar No. 127 Bandung pada 31 Maret 2008 pukul 19.30 WIB s.d. selesai. Kedua penulis, masing-masing Aan Mansyur (kumpulan puisinya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Aku Hendak Pindah Rumah&lt;/span&gt;) dan Lily Yulianti (kumpulan cerpennya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Makkunrai&lt;/span&gt;). Kedua buku dari Makassar ini akan diluncurkan bersamaan dengan menghadirkan pembicara Anjar “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Beraja&lt;/span&gt;”, Lukman A. Sya, dan moderator Yopi Setia Umbara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara diisi pembacaan puisi dan cerpen dari kedua buku yang dilakukan oleh, di antaranya, Lukman A Sya, Yopi Setia Umbara, Anjar, Sangdenai, Dian Hardiana, Heri Maja Kelana, Dian Hartati, Semi Ikra Anggara, Iwan M. Ridwan, dan Evi SR. Acara ini gratis dan terbuka untuk umum.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3178048-5336096446069739128?l=sangdenai.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sangdenai.blogspot.com/feeds/5336096446069739128/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3178048&amp;postID=5336096446069739128&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3178048/posts/default/5336096446069739128'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3178048/posts/default/5336096446069739128'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sangdenai.blogspot.com/2008/03/dua-buku-dari-makasar-19.html' title=''/><author><name>Sangdenai</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://bp2.blogger.com/_DDk-afWcHWo/SDcaz_32ATI/AAAAAAAAADI/xBVssJnmtHg/S220/DSC_0163+250.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3178048.post-6698395406100946477</id><published>2008-03-27T02:53:00.014+07:00</published><updated>2008-04-04T15:56:25.778+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Lintas Dago - Merdeka&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tidak ada yang terlalu istimewa hari ini ketika aku kembali menapaki jejak sepanjang lintasan Dago - Merdeka. Seperti hari-hari sebelumnya, terik matahari yang tidak mampu lagi ditepis oleh pepohonan yang semakin jarang, debu dan asap dari knalpot kendaraan yang terhadang kemacetan, trotoar jalan yang semakin sempit karena dipakai sebagai lahan parkir, dan deru mesin-mesin berjalan yang memekakkan telinga, tetap menjadi santapanku ketika melintasi lintasan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbedaannya hanya satu, hari ini aku justru tidak melihat mobil-mobil berwarna hijau dengan strip merah itu. Ya, tidak ada angkot hari ini. Tidak ada. Jalanan hari ini boleh di bilang &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_DDk-afWcHWo/R-q4ZkEnTHI/AAAAAAAAACI/MYc80-loB40/s1600-h/macet01.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_DDk-afWcHWo/R-q4ZkEnTHI/AAAAAAAAACI/MYc80-loB40/s320/macet01.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5182157070562446450" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;eksklusif untuk kendaraan dengan plat nomor hitam. Angkot yang selama ini dituding sebagai biang kemacetan untuk hari ini istirah dulu karena mereka, pengusaha dan sopir angkot, mengadakan aksi mogok masal se-Bnadung raya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara pribadi aku tidak peduli apakah angkot jalan atau mogok. Toh, seperti biasa aku lebih suka jalan kaki ketika menelusuri jalanan kota ini. Namun kemudian yang jadi perhatianku adalah tudingan selama ini yang ditujukan kepada angkot sebagai biang kemacetan kota. Hari ini, ketika angkot tidak beroperasi, jalanan tetap macet. Lintas Dago - Merdeka tetap padat merayap. Lihat saja hasil pandangan mata kamera sakuku ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu pertanyaanku kemudian, benarkah klaim selama ini yang mengatakan bahwa angkot adalah biang kemacetan? Menurutku tidak 100% benar. Bagaimana menurut Anda?&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3178048-6698395406100946477?l=sangdenai.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sangdenai.blogspot.com/feeds/6698395406100946477/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3178048&amp;postID=6698395406100946477&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3178048/posts/default/6698395406100946477'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3178048/posts/default/6698395406100946477'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sangdenai.blogspot.com/2008/03/lintas-dago-merdeka-tidak-ada-yang.html' title=''/><author><name>Sangdenai</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://bp2.blogger.com/_DDk-afWcHWo/SDcaz_32ATI/AAAAAAAAADI/xBVssJnmtHg/S220/DSC_0163+250.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_DDk-afWcHWo/R-q4ZkEnTHI/AAAAAAAAACI/MYc80-loB40/s72-c/macet01.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3178048.post-432782293198596215</id><published>2008-03-20T08:08:00.027+07:00</published><updated>2008-04-04T15:51:22.369+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;melepasmu ke timur&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;melepasmu ke timur&lt;br /&gt;seperti awal keberangkatanku 153 purnama lalu&lt;br /&gt;pepohon tunduk dalam kesunyiannya&lt;br /&gt;angin tiada berhembus&lt;br /&gt;air tiada ricik&lt;br /&gt;reranting tiada gemerisik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;takzim dalam segumpal rasa&lt;br /&gt;: kehilangan&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3178048-432782293198596215?l=sangdenai.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sangdenai.blogspot.com/feeds/432782293198596215/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3178048&amp;postID=432782293198596215&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3178048/posts/default/432782293198596215'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3178048/posts/default/432782293198596215'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sangdenai.blogspot.com/2008/03/melepasmu-ke-timur-melepasmu-ke-timur.html' title=''/><author><name>Sangdenai</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://bp2.blogger.com/_DDk-afWcHWo/SDcaz_32ATI/AAAAAAAAADI/xBVssJnmtHg/S220/DSC_0163+250.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3178048.post-6456673210193916819</id><published>2007-10-22T15:35:00.002+07:00</published><updated>2008-09-09T15:46:28.424+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>Kado Ulang Tahun ke-31 dari Sireum Hideung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Di Tubuhmu Aku Muarakan Segala Rindu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;: kepada Sangdenai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;bertahuntahun aku mencari alamat bagi segenap luka dalam dada&lt;br /&gt;hingga riuh musim mencampakkan aku pada sunyimu&lt;br /&gt;kukenali kamar pengap itu sebagai hutan&lt;br /&gt;tempat segala kisah mencari muasalnya&lt;br /&gt;meski tak akan pernah ada mula&lt;br /&gt;atau akhir yang genap&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;di kamar itu juga, lilin telah dinyalakan sejak senja datang&lt;br /&gt;dan kita seperti bersiap memasuki hidup yang lebih asing&lt;br /&gt;dari sekadar ziarah pada kubur leluhur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;bukubuku berserakan seperti jiwa kita yang tercecer&lt;br /&gt;dari peristiwa satu ke peristiwa lain pada setiap persimpangan&lt;br /&gt;pada kurun waktu yang tak pernah terduga&lt;br /&gt;saat itulah aku merasa menemukan pintu&lt;br /&gt;tempat segala pulang diberangkatkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tak ada peta, hanya lebar punggungmu yang setia&lt;br /&gt;membawaku pada ruang kedap luka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;3&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;di tubuhmu aku muarakan segala rindu&lt;br /&gt;biar rasa tak sesat di sembarang tempat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Bandung, 22 Oktober 2007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3178048-6456673210193916819?l=sangdenai.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sangdenai.blogspot.com/feeds/6456673210193916819/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3178048&amp;postID=6456673210193916819&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3178048/posts/default/6456673210193916819'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3178048/posts/default/6456673210193916819'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sangdenai.blogspot.com/2007/10/kado-ulang-tahun-ke-31-dari-sireum.html' title=''/><author><name>Sangdenai</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://bp2.blogger.com/_DDk-afWcHWo/SDcaz_32ATI/AAAAAAAAADI/xBVssJnmtHg/S220/DSC_0163+250.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3178048.post-1195056152388131331</id><published>2005-10-22T17:48:00.001+07:00</published><updated>2008-09-09T18:07:19.094+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a href="http://www.poetry.com/dotnet/P3867635/999/1/display.aspx"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;How&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;how i understand about you?&lt;br /&gt;how i learn about you?&lt;br /&gt;how i share about you?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;i don't know&lt;br /&gt;but i always try to finding you&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;you are the meaning of life&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3178048-1195056152388131331?l=sangdenai.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sangdenai.blogspot.com/feeds/1195056152388131331/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3178048&amp;postID=1195056152388131331&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3178048/posts/default/1195056152388131331'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3178048/posts/default/1195056152388131331'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sangdenai.blogspot.com/2005/10/how-how-i-understand-about-you-how-i.html' title=''/><author><name>Sangdenai</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://bp2.blogger.com/_DDk-afWcHWo/SDcaz_32ATI/AAAAAAAAADI/xBVssJnmtHg/S220/DSC_0163+250.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3178048.post-5250973129988279517</id><published>2005-07-06T16:45:00.000+07:00</published><updated>2008-09-09T16:47:54.361+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Puisi dari &lt;/span&gt;&lt;a style="font-weight: bold;" href="http://sudutbumi.wordpress.com"&gt;Dian Hartati&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Senyum dalam Diam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;            untuk Afnaldi Syaiful&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ada yang terenggut dari perempuan berambut sebahu&lt;br /&gt;di dadanya tertancap bungabunga kematian&lt;br /&gt;senyum abadi bagi pemuja semesta raya&lt;br /&gt;merapalkan kisah pepujian bagi kekasih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sempat kuhitung binar matanya yang memancarkan&lt;br /&gt;kabar suka cita dalam diam&lt;br /&gt;menghembaskan lelah&lt;br /&gt;mengaburkan kenangan&lt;br /&gt;melikat imaji yang tak tuntas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ada yang diamdiam memperhatikan kawanan bangau&lt;br /&gt;ketika waktu meracik setiap kenangan&lt;br /&gt;batubatu menghamparkan kesakitan&lt;br /&gt;ventilasi tak pernah sunyi didatangi mesra angin malam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;selalu&lt;br /&gt;ketika malam menjemput raga lelah&lt;br /&gt;bulir impian datang menghempas dada sesak&lt;br /&gt;tangis itu kudengar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;SudutBumi, 6 Juli 2005&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3178048-5250973129988279517?l=sangdenai.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sangdenai.blogspot.com/feeds/5250973129988279517/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3178048&amp;postID=5250973129988279517&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3178048/posts/default/5250973129988279517'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3178048/posts/default/5250973129988279517'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sangdenai.blogspot.com/2005/07/puisi-dari-dian-hartati-senyum-dalam.html' title=''/><author><name>Sangdenai</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://bp2.blogger.com/_DDk-afWcHWo/SDcaz_32ATI/AAAAAAAAADI/xBVssJnmtHg/S220/DSC_0163+250.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3178048.post-6490684387938352256</id><published>2005-01-28T15:50:00.000+07:00</published><updated>2008-09-09T15:52:13.396+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Toko Buku dalam Manajemen Anak Muda&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sumber : http://www2.kompas.com/kompas-cetak/0501/28/Jabar/1526598.htm&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rak-rak penuh buku tersusun dengan rapi. Di ruang yang luasnya hanya sekitar 20 meter persegi itu, terdapat satu meja kayu kecil. Sementara di halaman rumah terdapat sepasang tempat duduk yang lebar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DI meja baca yang sempit atau di kursi yang lebar itu para pengunjung boleh membaca buku sesukanya. Tidak seperti toko buku besar yang menyegel sebagian besar buku yang dipajang, di toko buku itu pengunjung boleh baca buku sampai habis, lalu pergi tanpa membeli. Tidak ada kewajiban membeli buku di sana. Meski demikian, pemilik toko memberi fasilitas membaca dengan sangat terbuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tempat yang diberi nama Tobucil atau Toko Buku Kecil itu, pemilik toko juga sering mengajak pengunjungnya untuk berdiskusi dengan penulis buku, menonton film, atau melakukan hobi bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini tidak hanya terjadi di Tobucil. Toko-toko buku alternatif lain di Kota Bandung memiliki gambaran seperti itu. Toko buku tidak hanya jadi tempat menjual buku, tapi sekaligus sebagai perpustakaan dan tempat bertemu teman sehobi. Entah hobi membaca, menulis, menonton film, atau merajut sekalipun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di toko buku alternatif banyak hal bisa dilakukan. Pemiliknya sebagian besar orang-orang muda yang usianya belum sampai kepala tiga. Di Kota Bandung, toko buku seperti ini tersebar di berbagai tempat, dan kini jumlahnya sudah sekitar 20 toko.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AFNALDI alias Sangdenai (29), salah seorang pemilik Warung Buku Lesehan yang baru dibuka Juni 2004 menyatakan, pihaknya sengaja menggunakan nama warung untuk toko bukunya di Jalan Imam Bonjol, Bandung. Afnaldi ingin pembeli tidak hanya bertransaksi tapi juga berinteraksi seperti yang terjadi di sebuah warung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bilven (26) memosisikan toko bukunya untuk kumpul-kumpul para aktivis kampus yang juga teman-temannya. Toko buku yang ia namakan Ultimus itu dibuka dari pukul 09.00 hingga larut malam. Larut malam ini tidak terbatas, bisa pukul 24.00, bisa juga lebih dari itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aturan tidak jelas untuk tutup buku ini sengaja dipakai agar para pengunjung yang tidak bisa tidur dan masih ingin membaca atau berdiskusi di toko bukunya tetap bisa melanjutkan kegiatannya. "Daripada ditutup, terus mereka nongkrong tidak jelas, lebih baik tetap di toko saja," ujar Bilven.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara, Kiki Andrianti (22), pemilik toko buku dan perpustakaan Das Mutterland yang menyediakan buku-buku tua terutama yang berbahasa Jerman berharap, pengunjungnya adalah orang-orang yang tertarik pada buku-buku berbahasa Jerman, dan mereka bisa membentuk sebuah komunitas di sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keakraban merupakan ciri yang ingin diangkat oleh anak-anak muda itu di toko bukunya. Tarlen Handayani (28), pemilik Tobucil-singkatan dari Toko Buku Kecil-sejak remaja membayangkan bisa memiliki toko buku yang nyaman, akrab, dan memiliki klub baca seperti yang ia lihat dalam serial televisi Allen The Generous yang ia tonton di awal tahun 1990.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IA bertambah menggebu untuk bisa punya toko buku sendiri setelah menonton film You've Got Mail yang bersetting sebuah toko buku di mana penjualnya bisa berakrab-akrab dengan pembelinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 2001, Tarlen yang di masa kecilnya sudah biasa keliling ke rumah-rumah untuk menyewakan buku, mulai mewujudkan mimpinya. Ia bekerja sama dengan dua temannya. Untuk modal awal Tarlen dan teman-temannya mengumpulkan modal Rp 1,5 juta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uang digunakan untuk menata toko buku. Sementara untuk toko buku, Tarlen mendapat pinjaman tempat dari temannya, sedangkan untuk pasokan buku ia bekerja sama dengan penerbit buku. Toko milik Tarlen berada di Jalan Kyai Gede Utama, Bandung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, Riki mengaku awal membuat toko buku karena ia senang mengoleksi buku-buku lama hasil perburuannya di pasar buku bekas seperti Palasari dan Cihapit, Bandung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Karena koleksi sudah banyak, sebagian besar berbahasa Jerman, teman saya mengusulkan agar saya membuat toko buku dan perpustakaan saja," ujar pemilik toko buku di Jalan Cihampelas, Bandung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Riki menanggapi usul temannya. Dengan modal pemberian orangtuanya sebesar Rp 24 juta, ia pun membuka toko buku yang dilengkapi kafe kecil, ruang baca, dan ruang pameran sekaligus diskusi, serta untuk memutar film.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SEMENTARA itu, Bilven bersama teman-temannya berhasil mendapatkan utangan Rp 25 juta untuk membuka toko buku. Kini keuntungan yang ia dapat dari penerbit yang bekerja sama dengannya ia pakai untuk membayar utang dan meluaskan usaha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ultimus dan Warung Buku Lesehan menyediakan buku-buku sastra, filsafat, sosial, dan politik. Tobucil memiliki koleksi yang sama, namun ia juga menambahkan novel dan buku-buku ilmiah populer serta majalah. Sedangkan Das Mutterland selain memasang buku-buku populer, juga buku-buku lama berbahasa Jerman terbitan tahun 1700-an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk persediaan buku, seluruh toko buku tersebut bekerja sama dengan beberapa penerbit. Dari penerbit, Tobucil mendapat diskon 30 persen; yang 10 persen dijadikan diskon untuk pembeli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara, Ultimus dan Warung Buku Lesehan bisa mendapat diskon dari penerbit hingga 50 persen. Dua toko buku ini bisa memberi diskon bagi pembeli hingga 30 persen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Das Mutterland selain bekerja sama dengan penerbit, juga memasang buku koleksi pribadi pemiliknya dan juga koleksi keluarga beberapa pengelolanya. Di antara buku-buku yang dipajang ada yang boleh dipinjam dan dibawa pulang, ada juga yang hanya bisa dibaca di sana. "Bisa juga saya jual jika harga yang ditawarkan pembeli cukup baik," tutur Riki tentang buku koleksinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SEJAK berdiri tahun 2004, Warung Buku Lesehan sudah memiliki pelanggan yang berusia belasan hingga 70-an tahun. Sementara Tobucil berhasil menembak pasar usia 15 tahun hingga 35 tahun. Tobucil kini memiliki sekitar 1.000 pelanggan dengan omzet per bulan Rp 10 juta hingga 12 juta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tarlen yang kini telah menjadi pemilik tunggal Tobucil, mempekerjakan lima karyawan dengan upah Rp 12.500 per 4,5 jam. Ultimus dan Warung Buku Lesehan dikelola oleh seluruh pemilik toko. (y09)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3178048-6490684387938352256?l=sangdenai.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sangdenai.blogspot.com/feeds/6490684387938352256/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3178048&amp;postID=6490684387938352256&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3178048/posts/default/6490684387938352256'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3178048/posts/default/6490684387938352256'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sangdenai.blogspot.com/2005/01/toko-buku-dalam-manajemen-anak-muda.html' title=''/><author><name>Sangdenai</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://bp2.blogger.com/_DDk-afWcHWo/SDcaz_32ATI/AAAAAAAAADI/xBVssJnmtHg/S220/DSC_0163+250.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3178048.post-7678796512561442714</id><published>2004-04-10T23:14:00.000+07:00</published><updated>2008-04-22T23:21:45.158+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Emak&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cintaku pada emak&lt;br /&gt;Tidak sama dengan cinta Ooedipus pada ibunya&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3178048-7678796512561442714?l=sangdenai.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sangdenai.blogspot.com/feeds/7678796512561442714/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3178048&amp;postID=7678796512561442714&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3178048/posts/default/7678796512561442714'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3178048/posts/default/7678796512561442714'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sangdenai.blogspot.com/2004/04/emak-cintaku-pada-emak-tidak-sama.html' title=''/><author><name>Sangdenai</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://bp2.blogger.com/_DDk-afWcHWo/SDcaz_32ATI/AAAAAAAAADI/xBVssJnmtHg/S220/DSC_0163+250.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3178048.post-3654113830394187598</id><published>2004-02-23T03:48:00.001+07:00</published><updated>2008-04-20T03:51:15.057+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Melangkah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melangkah aku dalam lorong-lorong waktu. Mencari segenggam asa yang mungkin tertinggal atau ditinggalkan oleh generasi sebelumku. Menemukan sebentuk makna dari sebuah perjalanan yang panjang dan berliku. Menemukan arti kehadiranku dalam percaturan hidup dan kehidupan yang maha luas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu yang sangat mempengaruhiku. Menciptakan Harmonis dalam konflik. itulah kini yang coba untuk kuwujudkan&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3178048-3654113830394187598?l=sangdenai.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sangdenai.blogspot.com/feeds/3654113830394187598/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3178048&amp;postID=3654113830394187598&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3178048/posts/default/3654113830394187598'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3178048/posts/default/3654113830394187598'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sangdenai.blogspot.com/2004/02/melangkah-melangkah-aku-dalam-lorong.html' title=''/><author><name>Sangdenai</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://bp2.blogger.com/_DDk-afWcHWo/SDcaz_32ATI/AAAAAAAAADI/xBVssJnmtHg/S220/DSC_0163+250.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3178048.post-107702951015061833</id><published>2004-02-17T21:51:00.003+07:00</published><updated>2008-03-20T08:50:52.810+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>Semoga bisa aktif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mencoba lagi untuk mengedit blog ini. Bisa gak ya?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3178048-107702951015061833?l=sangdenai.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sangdenai.blogspot.com/feeds/107702951015061833/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3178048&amp;postID=107702951015061833&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3178048/posts/default/107702951015061833'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3178048/posts/default/107702951015061833'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sangdenai.blogspot.com/2004/02/blog-post.html' title=''/><author><name>Sangdenai</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://bp2.blogger.com/_DDk-afWcHWo/SDcaz_32ATI/AAAAAAAAADI/xBVssJnmtHg/S220/DSC_0163+250.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3178048.post-4511591237210470857</id><published>2001-10-22T03:53:00.001+07:00</published><updated>2008-04-20T03:55:19.043+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Salju&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;: Sri Widiastuti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Batang-batang itu adalah kenangan&lt;br /&gt;yang semakin kurus&lt;br /&gt;dan akhirnya hilang di balik salju&lt;br /&gt;Cemara yang biasanya gaduh dalam canda&lt;br /&gt;dengan angin tenggara&lt;br /&gt;Kini bungkam dalam derita&lt;br /&gt;menunduk berat ditindih salju&lt;br /&gt;pucat dan semakin berat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kenangan cinta. Suka dan duka&lt;br /&gt;tiada hati untuk mengaduh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pucat. Putih dan semakin putih&lt;br /&gt;lenyap segala kenangan&lt;br /&gt;lenyap duka dan sedih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Putih rinduku, putih cintaku&lt;br /&gt;Adalah cinta dalam kenangan dan rindu&lt;br /&gt;mengikat erat dalam sebuah persahabatan&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3178048-4511591237210470857?l=sangdenai.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sangdenai.blogspot.com/feeds/4511591237210470857/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3178048&amp;postID=4511591237210470857&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3178048/posts/default/4511591237210470857'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3178048/posts/default/4511591237210470857'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sangdenai.blogspot.com/2001/10/salju-sri-widiastuti-batang-batang-itu.html' title=''/><author><name>Sangdenai</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://bp2.blogger.com/_DDk-afWcHWo/SDcaz_32ATI/AAAAAAAAADI/xBVssJnmtHg/S220/DSC_0163+250.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3178048.post-6407415</id><published>2001-10-17T22:47:00.000+07:00</published><updated>2008-03-20T08:02:57.957+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>cobaaaaaaa&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3178048-6407415?l=sangdenai.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sangdenai.blogspot.com/feeds/6407415/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3178048&amp;postID=6407415&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3178048/posts/default/6407415'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3178048/posts/default/6407415'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sangdenai.blogspot.com/2001/10/cobaaaaaaa.html' title=''/><author><name>Sangdenai</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://bp2.blogger.com/_DDk-afWcHWo/SDcaz_32ATI/AAAAAAAAADI/xBVssJnmtHg/S220/DSC_0163+250.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry></feed>
